Skip to content

ANALISA LAPORAN KEUANGAN UNILEVER

May 26, 2010

Nama                    : Petrus Dwi Edi Susilo

NPM                     : 20206724

Kelas                    : 4EB10

Mata Kuliah      : Manajemen Strategik

Tugas                   : Analisa Rasio Keuangan Perusahaan Tahun 1978 

                              & 1979

Dosen                   : M.Farid.M, SE.,MM

UNIVERSITAS GUNADARMA

1)      Analisa Rasio Likuiditas

Kemampuan perusahaan  untuk memenuhi kewajiban jangka pendek (ketepatan waktu)

1.1.   Current Rasio (1978) = Aktiva lancar : Utang lancar

= 1.291 : 327

= 3,94

1.2.   Current Rasio (1979) = Aktiva lancar : Utang lancar

= 1.420 : 370

= 3,83       

1.3.   Acid Test Rasio (1978) = Aktiva lancar – Persediaan = 1.291- 590 = 2,14

                                                                        Utang Lancar                            327

1.4.   Acid Test Rasio (1979) = Aktiva lancar – Persediaan = 1.420- 645 = 2,09

                                                                             Utang Lancar                            370

Kesimpulan : Berdasarkan perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa perusahaan mengalami penurunan kemampuan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.

2)      Analisa Profitabilitas (Keuntungan)

Untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba seperti : penjualan, aset, dan laba modal sendiri.

2.1  Gross Profit Margin = Penjualan-HPP  = 3.500-2.040 = 0,41

                                                          Penjualan               3.500                                             

2.2  Net Profit Margin = Laba Setelah Pajak : Pejualan = 70:3.500 =0,02

2.3  Return On Investment = Laba Setelah Pajak : Total Aktiva = 70:1.829 = 0,038

 

2.4  Return On Equity = Laba Setelah Pajak : Modal Sendiri = 70:1.440 = 0,048

 

2.5  Profit Margin = EBIT : Penjualan = 134:3.500 = 0,038

 

2.6  Rentabilitas Ekonomis =EBIT : Total Aktiva = 134: 1.829 = 0,073

 

2.7  Earning Power = Penjualan    x  Laba Setelah Pajak = 3.500 x 70 = 1,914 x 0,02 = 0,038

                                           Total Aktiva     Penjualan                  1.829    3.500

Kesimpulan : Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan aktiva lancar dan aktiva tetap mengalami kenaikan antara 0,02 (2%) – 0,073 (7,3%), bahkan Penjualan kotor sama dengan 0,41 (41%).

3)      Rasio Financial Leverage

 Digunakan untuk menunjukkan proporsi penggunaan utang dalam membiayai investasi perusahaan, dalam memenuhi kewajiban baik jangka pendek dan jangka panjang.

        3.1 Debt Rasio (1978) = Total Utang : Total Aktiva = 35 : 1.767 = 0,019

        Debt Rasio (1979) = Total Utang : Total Aktiva = 389 : 1.829 = 0,212

 3.2 Debt to Equity Ratio (1978) = Total Utang : Total Modal Sendiri = 35 : 1.415 = 0,025

       Debt to Equity Ratio (1979) = Total Utang : Total Modal Sendiri = 389 : 1.440 = 0,270

3.3 Time Interest Earned Ratio = Laba sebelum bunga & pajak: Beban bunga = 134:14 = 9,57

Kesimpulan : Semakin Tinggi nilai debt rasio berarti semakin tinggi resiko yang akan dihadapi perusahaan dan investor, namun sebaliknya keuntungan yang diharapkan akan semakin tinggi pula karena mengalami kenaikan nilai dari tahun sebelumnya, dan kemampuan dalam memenuhi beban tetapnya terlihat memiliki angka yang baik.

4)      Rasio Aktivitas

Digunakan untuk menunjukkan kemampuan atau efisiensi perusahaan dalam menggunakan        aset untuk memperoleh penjualan, menentukan efisiensi nilai-nilai investasi terhadap aktiva.

4.1 Perputaran persediaan = Harga pokok penjualan:Rata-rata persediaan = 2.040:645= 3,16

4.2 Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan: Aktiva Tetap = 3.500: 399 = 8,77

4.3 Perputaran Total Aktiva = Penjualan: Total Aktiva = 3.500: 1.829 = 1,913

Kesimpulan : Perusahaan mampu mengelola aset dengan tingkat perputaran aktiva mencapai nilai yang cukup signifikan dan baik, efisiensi yang dilakukan mampu memberikan hasil yang tepat bagi pengembalian investasinya.

Kesimpulan Laporan Keuangan Perusahaan

Secara keseluruhan dari perhitungan Analisis Rasio Likuiditas, Profitibilitas, Financial Leverage, dan Aktivitas maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola dan memanfaatkan aset-aset perusahaan, meskipun perusahaan melakukan pinjaman terhadap pihak ketiga dalam membiayai investasinya mengalami kenaikan, tetapi perusahaan tetap dapat mengembalikannya dengan baik, dimana diharapkan dengan investasi yang dilakukan dalam mengorbankan sumber daya akan membawa tingkat pengembalian atau perputaran yang lebih baik terhadap perusahaan, peningkatan laba dari tahun ke tahun menunjukkan keseriusan dan  fokus kinerja manajemen terhadap perusahaan dengan baik. Yang perlu di waspadai adalah agar manajemen tetap memperhatikan kelangsungan hidup perusahaan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

About these ads
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: